Kandungan dan Fungsi Super Master Pupuk Organik Cair – Curah (SMPOC-Curah)

Adapun penjabarannya dari tabel-tabel analisis dalam salinan foto diatas dapat dibaca dalam penjelasan berikut ini :

 A. Kandungan dan Fungsi Umum

  1. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah
  2. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi/ pembentuk humus
  3. Menyediakan hara dan meningkatkan ketersediaan hara
  4. Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah
  5. Meningkatkan jumlah klorofil, mengefektifkan fotosintesis dan metabolisme tanaman
  6. Mempercepat translokasi nutrisi dari daun ke seluruh tubuh tanaman.
  7. Mengontrol organisme pengganggu tanaman
  8. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
  9. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian berwawasan lingkungan

 B. Kandungan dan fungsi khusus

 1. Lactobacillus spp

  • Bakteri asam laktat ( Lactobacillus spp. ) dapat mengakibatkan kemandulan (sterilizer) oleh karena itu bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan tanaman;
  • meningkatkan percepatan perombakan bahan organik;
  • menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik
  • Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang menimbukan penyakit pada lahan/ tanaman yang terus menerus ditanami.

2. Rhizobium sp

  • Hifa mikoriza membantu akar untuk menjangkau nutrisi pada areal yang tidak terjangkau akar serabut.  Hifa  cendawan mikoriza yang menjelajah keluar dari akar serabut jauh melampaui jarak yang dicapai akar serabut. Daya jelajah hifa mikoriza kurang lebih 200 kali dibanding daya jelajah akar serabut.
  • Membantu menyerap nutrisi yang sulit tersedia seperti Phospat.
  • Melindungi tanaman dari pengaruh stres/cekaman akibat biotik seperti hama  penyakit, dan abiotik seperti kekurangan hara dan keracunan logam berat.

3. Azospirilum sp.,  Azotobacter sp., Pantoea sp.

  • memacu pertumbuhan tanaman karena kemampuannya dalam memfiksasi nitrogen dan melarutkan phospat
  • menghasilkan vitamin dan hormon pertumbuhan seperti auksin, giberelin, dan sitokinin.
  • merombak bahan oganik di dalam tanah yang berasal dari kelompok karbohidrat seperti selulosa, lignulosa, amilosa, dan bahan organik yang mengandung sejumlah lemak dan protein

4. Alcaligenes sp

  • Merombak dan menetralisir material organic maupun anorganik yang membahayakan manusia
  • Membentuk senyawa serupa plastic yang dapat didegradasi secara biologis (biological conditioning)

5. Jamur fermentasi spesifik ( Aspergillus niger dan Penicilium sp. )

  • Jamur-jamur tersebut menguraikan bahan secara cepat untuk menghasilkan alkohol, ester dan zat-zat anti mikroba patogenik.
  • Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau, mencegah serbuan serangga dan atau ulat-ulat merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya.
  • Memacu pembentukan enzim pectinases, lipase, amilase, selulase, dan protease.
  • bersifat antagonisme yang mempunyai daya antibiotic yang berperan dalam ketahanan tanaman.
  • Pelarut phospat

6. Streptomyces sp., Nitrobacter sp., Nitrococcus sp., Nitrosomonas sp. (penyedia nitrat)

  • Decomposer
  • Memfiksasi nitrogen udara
  • Mengoksidasi nitrit menjadi nitrat melalui nitrifikasi
  • Mendorong pertumbuhan vegetative daun dan tunas pada tanaman

7. Bakteri endosimbiotik mikoriza Bacillus subtilis

  • Penghasil enzim proteolitik yang subtilin
  • Agen biokontrol pencegah stress tanaman akibat pathogen Ganoderma boninensis

8. Trichoderma spp (Trichoderma harnuum. dll.)

  • Bersifat antagonis terhadap berbagai jenis jamur pathogen
  • Mencegah serangan penyakit tanaman yang ditularkan melalui tanah
  • Mempercepat proses pelapukan bahan organik seperti jerami, gulma, dll.
  • Menggemburkan/memperbaiki struktur tanah
  • Menguraikan unsur hara yang terikat dalam tanah

9. Ragi Saccharomyces spp.(Saccharomyces cerevisieae dll.)

  • Melalui proses fermentasi, ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman.
  • Ragi juga menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim untuk meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar.
  • Sekresi Ragi adalah substrat yang baik untuk bakteri asam laktat dan Actinomycetes

10. Bakteri pelarut phospat (Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis)

  • Melarutkan senyawa phospat agar mudah diserap oleh akar
  • Merombak persenyawaan agrokimia dalam tanah
  • Menyediakan unsur  hara bagi tanaman

11. Actinomycetes

  • Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri.
  • Actinomycetes hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik bersama-sama meningkatkan mutu lingkungan tanah dengan cara meningkatkan aktivitas anti mikroba pathogen dalam tanah.
  • Penyedia phospat

12. Bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas spp)

  • Bakteri ini adalah mikroorganisme mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa bermanfaat dari sekresi akar tumbuhan, bahan organik dan gas-gas berbahaya dengan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat yang terbentuk antara lain, asam amino, asam nukleik, zat bioaktif dan gula yang semuanya berfungsi mempercepat pertumbuhan
  • Hasil metabolisme ini dapat langsung diserap tanaman dan berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus bertambah

   N, P, K, C, Ca, Mg, Fe, Al, Cu, Zn, Bo, Mn, Na, B, Ni, Cl, S,Mo, Si, Ni, Ti …

 Asam humat, asam fulvat dan beberapa jenis asam amino

Peningkatan energi sel tanaman dan sebagai hasilnya adalah intensifikasi proses pertukaran ion. Sehingga mempercepat pertumbuhan sistem akar dan membuat akar lebih panjang. Peningkatan penetrasibilitas (kemampuan penyerapan) membran sel tanaman. Memudahkan nutrisi untuk terserap ke dalam sel serta mempercepat proses pernapasan (respirasi) tanaman.

Ekstraksi air ganggang hijau Laminaria japonica.

  • Memacu perkembangan sel vegetative tanaman sehingga proses pemasakan berjalan lebih sempurna dan akhirnya pertumbuhan tanaman akan semakin cepat

Auksin, Sitokinin, Giberelin,

  •  Merangsang proses perkecambahan biji
  • Memacu proses terbentuknya akar dan pertumbuhannya
  • Merangsang pucuk tanaman dan akar yang tak mau berkembang menjadi mampu berkembang kembali.
  • Memacu pembelahan dan pembesaran sel sehingga mampu memacu pertumbuhan
  • Merangsang pembentukan tunas-tunas baru
  • Mencegah kerusakan pada hasil panenan,sehingga lebih awet.
  • Meningkatkan pembungaan dan pembuahan
  • Meningkatkan prosentase jadinya bunga dan buah
  • Mengurangi kerontokan bunga dan buah
  • Mendorong partenokarpi atau pembuahan tanpa proses penyerbukan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s