PUPUK HAYATI MIKORIZA

150.000/5 kg

Pupuk Hayati Mikoriza adalah cendawan yang mampu masuk kedalam akar tanaman dan meningkatkan kemampuan tanaman menyerap unsur hara. Lebih dari 80% tanaman dapat bersimbiosis dengan mikoriza (CMA). Mikoriza terdapat pada sebagian besar ekosistem alam dan pertanian serta memiliki peranan yang penting dalam pertumbuhan, kesehatan dan produktifitas tanaman.

Manfaat Pupuk Hayati Mikoriza (1) Meningkatkan transportasi air ke akar (2) Status P tanaman meningkat sehingga lebih tahan kekeringan (3) Hifa ekternal membuat tanaman lebih mampu mendapatkan air dan P (4) Kebutuhan air untuk memproduksi bobot kering tanaman lebih sedikit (5) Tanaman lebih tahan kekeringan (6) Secara tidak langsung meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.Pupuk Hayati Mikoriza mengandung unsur hara makro dan mikro dan mikroorganisme pelarut fospat (mikoriza).

Mikoriza, Pupuk Hayati Super

Mikoriza adalah fungi didalam tanah yang berasosiasi simbiotik dengan akar tanaman. Produk yang ditawarkan merupakan mikoriza jenis Endomikoriza yaitu mikoriza yang hidup di dalam akar untuk perkembangbiakannya.

Endomikriza mempunyai ciri yaitu mengahasilan Vesikel dan atau Arbuskel sehinggga sering disebut Vesicular Arbuscular Micorrhiza (VAM). Vesikel adalah struktur berdinding tipis berbentuk bulat, lonjong, atau tidak teratur, yang mengandung senyawa lipid.Arbuskel adalah strukutr dalam akar yang berbentuk seperti pohon berasal dari cabang hifa intra radial setelah hifa cabang menembus didnding sel korteks, terbentuk antara dinding sel dan membran plasma.

Kegunaan Mikoriza :

Di alam tanaman yang bersimbiosis dengan mikoriza memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih baik. Hal ini mikoriza berfungsi sebagai :

  1. Hifa mikoriza membantu akar untuk menjangkau nutrisi pada areal yang tidak terjangkau akar serabut. Hifa  cendawan mikoriza yang menjelajah keluar dari akar serabut jauh meampaui jarak yang dicapai akar hingga 200kali ipat.
  2. Membantu menyerap nutrisi yang sulit tersedia seperti Phospat.
  3. Melindungi tanaman dari pengaruh stres akibat serangan hama penyakit.
  4. Melindungi tanaman dari pengaruh stres akibat keracun logam berat.
  5. Tahan terhadap kekurangan air.
  6. Tahan terhadap penyakit akar.

Cara Aplikasi Mikoriza :

Cara Aplikasi Mikoriza :

  1. Tanaman Sawit

ditaburan pada media pembibitan atau ditabur disekitar akar tanaman belum menghasilan (TBM)

2.   Tanaman Hutan (Jati, Pinus, Sengon, Manii, Jabon dll) ditaburkan pada media pembibitan atau saat tanam.

3.  Tebu : ditaburkan pada saat tanam.

4.  Kedelai, kacang tanah: di tabur saat tanam.

5.  Karet : ditabur saat pembibitan atau sekitar tanaan belum menghasilkan.

Dosis :

1.   Sawit : Bibit 10 gr/ tanaman

TBM : 20 gr /tanaman.

untuk jarak tanam 8,5 m x 8,5 m berarti membutuhkan 20gr x 139 tanaman : 2,7 kg.

2.    Tanaman Hutan : 3 – 5 kg per Ha.

3.    Tanaman Pangan : 5 kg per Ha.

PELUANG USAHA DAN UJI ANALISA SEDERHANA BISNIS POC RETAIL

Jika Anda membeli 1 paket Starter 5kg, dengan ongkos kirim kira-kira 125 ribu. Total biaya yang dibayarkan cuma Rp. 1.000.000,- (Satu Juta  Rupiah).

Dari dana sejumlah itu Anda akan memperoleh 100 liter Pupuk Organik Cair. Kemudian dikemas dalam sebuah botol bekas Air Mineral ukuran 600 ml yang bisa dapatkan dari Toko Barang Bekas di sekitar Anda, catat saja 1 botol senilai Rp. 65,-. Dengan ukuran 600ml akan diperoleh sejumlah 166 botol Kemasan POC. Jadi total biaya pembelian botol bekas, Rp. 10.100,-.

Di pasaran kemasan seperti itu bisa dijual dengan harga 15 s.d. 85 ribu/botol. Jika Anda menjual dengan harga Rp. 20 ribu, Anda akan memperoleh dana sejumlah 3.4 Juta Rupiah.

Keuntungan Anda,

Hasil Penjualan                     Rp.3.400.000,-
Modal                                       Rp.1.000.000.-
====================================
Rp. 2.400.000.-

Anda memperoleh Keuntungan Rp. 2.400.000,- dari setiap 5 kg pasta SMPOC.

Tips Pengemasan

Seperti halnya yang telah kami sampaikan di atas, pemasaran Pupuk Cair Organik juga tergantung dari bagaimana cara kita mengemasnya. Kemasan yang menarik, mengandung keterangan yang dibutuhkan pengguna, akan memberi identitas tersendiri bagi produk POC Anda.

Berikut contoh-contoh kemasan produk POC :

Kandungan dan Fungsi Super Master Pupuk Organik Cair – Curah (SMPOC-Curah)

Adapun penjabarannya dari tabel-tabel analisis dalam salinan foto diatas dapat dibaca dalam penjelasan berikut ini :

 A. Kandungan dan Fungsi Umum

  1. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah
  2. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi/ pembentuk humus
  3. Menyediakan hara dan meningkatkan ketersediaan hara
  4. Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah
  5. Meningkatkan jumlah klorofil, mengefektifkan fotosintesis dan metabolisme tanaman
  6. Mempercepat translokasi nutrisi dari daun ke seluruh tubuh tanaman.
  7. Mengontrol organisme pengganggu tanaman
  8. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
  9. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian berwawasan lingkungan

 B. Kandungan dan fungsi khusus

 1. Lactobacillus spp

  • Bakteri asam laktat ( Lactobacillus spp. ) dapat mengakibatkan kemandulan (sterilizer) oleh karena itu bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan tanaman;
  • meningkatkan percepatan perombakan bahan organik;
  • menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik
  • Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang menimbukan penyakit pada lahan/ tanaman yang terus menerus ditanami.

2. Rhizobium sp

  • Hifa mikoriza membantu akar untuk menjangkau nutrisi pada areal yang tidak terjangkau akar serabut.  Hifa  cendawan mikoriza yang menjelajah keluar dari akar serabut jauh melampaui jarak yang dicapai akar serabut. Daya jelajah hifa mikoriza kurang lebih 200 kali dibanding daya jelajah akar serabut.
  • Membantu menyerap nutrisi yang sulit tersedia seperti Phospat.
  • Melindungi tanaman dari pengaruh stres/cekaman akibat biotik seperti hama  penyakit, dan abiotik seperti kekurangan hara dan keracunan logam berat.

3. Azospirilum sp.,  Azotobacter sp., Pantoea sp.

  • memacu pertumbuhan tanaman karena kemampuannya dalam memfiksasi nitrogen dan melarutkan phospat
  • menghasilkan vitamin dan hormon pertumbuhan seperti auksin, giberelin, dan sitokinin.
  • merombak bahan oganik di dalam tanah yang berasal dari kelompok karbohidrat seperti selulosa, lignulosa, amilosa, dan bahan organik yang mengandung sejumlah lemak dan protein

4. Alcaligenes sp

  • Merombak dan menetralisir material organic maupun anorganik yang membahayakan manusia
  • Membentuk senyawa serupa plastic yang dapat didegradasi secara biologis (biological conditioning)

5. Jamur fermentasi spesifik ( Aspergillus niger dan Penicilium sp. )

  • Jamur-jamur tersebut menguraikan bahan secara cepat untuk menghasilkan alkohol, ester dan zat-zat anti mikroba patogenik.
  • Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau, mencegah serbuan serangga dan atau ulat-ulat merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya.
  • Memacu pembentukan enzim pectinases, lipase, amilase, selulase, dan protease.
  • bersifat antagonisme yang mempunyai daya antibiotic yang berperan dalam ketahanan tanaman.
  • Pelarut phospat

6. Streptomyces sp., Nitrobacter sp., Nitrococcus sp., Nitrosomonas sp. (penyedia nitrat)

  • Decomposer
  • Memfiksasi nitrogen udara
  • Mengoksidasi nitrit menjadi nitrat melalui nitrifikasi
  • Mendorong pertumbuhan vegetative daun dan tunas pada tanaman

7. Bakteri endosimbiotik mikoriza Bacillus subtilis

  • Penghasil enzim proteolitik yang subtilin
  • Agen biokontrol pencegah stress tanaman akibat pathogen Ganoderma boninensis

8. Trichoderma spp (Trichoderma harnuum. dll.)

  • Bersifat antagonis terhadap berbagai jenis jamur pathogen
  • Mencegah serangan penyakit tanaman yang ditularkan melalui tanah
  • Mempercepat proses pelapukan bahan organik seperti jerami, gulma, dll.
  • Menggemburkan/memperbaiki struktur tanah
  • Menguraikan unsur hara yang terikat dalam tanah

9. Ragi Saccharomyces spp.(Saccharomyces cerevisieae dll.)

  • Melalui proses fermentasi, ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman.
  • Ragi juga menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim untuk meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar.
  • Sekresi Ragi adalah substrat yang baik untuk bakteri asam laktat dan Actinomycetes

10. Bakteri pelarut phospat (Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis)

  • Melarutkan senyawa phospat agar mudah diserap oleh akar
  • Merombak persenyawaan agrokimia dalam tanah
  • Menyediakan unsur  hara bagi tanaman

11. Actinomycetes

  • Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri.
  • Actinomycetes hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik bersama-sama meningkatkan mutu lingkungan tanah dengan cara meningkatkan aktivitas anti mikroba pathogen dalam tanah.
  • Penyedia phospat

12. Bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas spp)

  • Bakteri ini adalah mikroorganisme mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa bermanfaat dari sekresi akar tumbuhan, bahan organik dan gas-gas berbahaya dengan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat yang terbentuk antara lain, asam amino, asam nukleik, zat bioaktif dan gula yang semuanya berfungsi mempercepat pertumbuhan
  • Hasil metabolisme ini dapat langsung diserap tanaman dan berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus bertambah

   N, P, K, C, Ca, Mg, Fe, Al, Cu, Zn, Bo, Mn, Na, B, Ni, Cl, S,Mo, Si, Ni, Ti …

 Asam humat, asam fulvat dan beberapa jenis asam amino

Peningkatan energi sel tanaman dan sebagai hasilnya adalah intensifikasi proses pertukaran ion. Sehingga mempercepat pertumbuhan sistem akar dan membuat akar lebih panjang. Peningkatan penetrasibilitas (kemampuan penyerapan) membran sel tanaman. Memudahkan nutrisi untuk terserap ke dalam sel serta mempercepat proses pernapasan (respirasi) tanaman.

Ekstraksi air ganggang hijau Laminaria japonica.

  • Memacu perkembangan sel vegetative tanaman sehingga proses pemasakan berjalan lebih sempurna dan akhirnya pertumbuhan tanaman akan semakin cepat

Auksin, Sitokinin, Giberelin,

  •  Merangsang proses perkecambahan biji
  • Memacu proses terbentuknya akar dan pertumbuhannya
  • Merangsang pucuk tanaman dan akar yang tak mau berkembang menjadi mampu berkembang kembali.
  • Memacu pembelahan dan pembesaran sel sehingga mampu memacu pertumbuhan
  • Merangsang pembentukan tunas-tunas baru
  • Mencegah kerusakan pada hasil panenan,sehingga lebih awet.
  • Meningkatkan pembungaan dan pembuahan
  • Meningkatkan prosentase jadinya bunga dan buah
  • Mengurangi kerontokan bunga dan buah
  • Mendorong partenokarpi atau pembuahan tanpa proses penyerbukan

 

Cara Mudah Menanam Jabon

Jabon merupakan salah satu tanaman kayu cepat tumbuh. Pada usia mudanya, pertumbuhan diameter jabon bisa menembus angka 10 cm/tahun. Batangnya yang lurus dan silinder juga menjadi nilai plus bagi tanaman bongsor ini. Potensi tersebut akan muncul ketika jabon ditanam di tempat yang tepat dan dengan perawatan yang optimal.

Meskipun jabon bisa tumbuh di dataran hingga ketinggian 1.000 m dpl, sebaiknya penanaman jabon memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.

  • Hindari lahan-lahan yang becek dan berpotensi tergenang pada musim hujan. Kondisi tanah tersebut memang tidak mematikan tanaman jabon, tetapi akan mengurangi pertumbuhan jabon.
  • Jabon akan tumbuh secara produktif jika ditanam di bawah ketinggian 500 m dpl.
  • Jabon tidak tahan terhadap naungan, bebaskan naungan sewaktu penyiapan lahan.
  • Waspadai semak belukar di awal penanaman jabon yang mungkin akan menutup bibit yang baru ditanam sehingga tanaman jabon bisa mati karena kalah saing dalam sinar matahari, ruang, dan nutrisi dengan semak belukar